fbpx

Konsep EAT Website

Moorah – Artikel ini akan menjelaskan tentang konsep EAT yang sesuai dengan Google Search Quality Raters Guideline yang baru saja di-update bulan Oktober lalu. Tapi sebelum masuk ke penjelasan, mari kita mengenal dulu bagian-bagian website menurut panduan Google.

Ada tiga kategori utama sebuah website menurut Google, Main Content (MC) atau konten utama, Supplemental Content (SC) atau konten pelengkap, dan Ads atau iklan. Konten utama adalah bagian halaman website yang secara langsung menunjukkan tujuan yang ingin dicapai halaman tersebut.

Konten pelengkap bisa membantu pengguna, tapi tidak secara langsung membantu tujuan website. Seperti misalnya link-link navigasi yang mengarah ke halaman lain, link-link ini penting tapi tidak membantu mencapai tujuan utama website.

Lalu ada iklan yang berisikan konten atau link yang ditambahkan dengan tujuan untuk mendapatkan uang. Kemudahan akses navigasi website dan juga porsi dari konten utama menjadi faktor utama dalam penilaian kualitas website oleh Google.

EAT yang dijadikan konsep oleh Google artinya bukanlah makan seperti dalam Bahasa Inggris, melainkan singkatan dari Expertise, Authoritativeness, dan Trustworthiness. Dalam Bahasa Indonesia artinya kurang lebih adalah Keahlian, Otoritas, dan Tingkat Kepercayaan.

Konsep EAT digunakan Google untuk menilai kualitas sebuah website, tapi konsep ini tidak termasuk dalam algoritma Google. Para penilai di Google menjadikan konsep EAT sebagai panduan apakah sistem algoritma mereka berjalan baik atau tidak, karena mereka menemukan bahwa website yang baik memenuhi konsep EAT ini.

Expertise

Dari segi keahlian, yang dinilai adalah konten dari tiap-tiap halamannya, bukan dari website secara keseluruhan. Sehingga mungkin saja dalam satu website ada konten yang mendapat nilai buruk dan ada juga yang mendapat nilai baik.

Tidak ada kriteria khusus dalam penilaian segi Expertise ini. Misalnya untuk kata kunci penyakit jantung.

Anggap saja ada dua jenis konten yang muncul di halaman pencarian. Yaitu konten seputar studi mendalam penyakit jantung beserta penyebab, dampak, hingga data statistik penderitanya, lalu ada juga konten yang berisikan pengalaman langsung dari survivor penyakit jantung yang berhasil selamat dari masa kritis.

Kedua halaman tersebut memiliki kemungkinan untuk mendapatkan nilai yang tinggi. Yang menjadi kunci penting adalah, halaman website dapat memenuhi kebutuhan pengunjung dalam mencari informasi.

Authority

Otoritas dari sebuah konten dinilai berdasarkan otoritas konten itu sendiri dan juga domain yang dimilikinya. Secara garis besar, penilaian otoritas akan didasarkan pada sinyal-sinyal eksternal yang mengacu ke halaman lain, seperti link, penyebutan merek suatu produk, sitasi, dll.

Beberapa hal yang bisa dijadikan pertimbangan sebelum mencantumkan sinyal atau link eksternal pada website anda diantaranya adalah, apakah ada kaitannya dengan halaman tersebut, dan juga bagaimana reputasinya di masyarakat.

baca juga

Trust

Untuk penilaian dari segi kepercayaan, sebenarnya agak mirip dengan otoritas, tapi lebih tajam lagi. Jika pada penilaian otoritas didasarkan pada jumlah referensi kualitas yang dicantumkan, penilaian kepercayaan mengacu kepada sinyal atau situs referensi tertentu.

Jika referensi atau link yang dicantumkan mengacu kepada situs atau halaman lain yang memiliki rating buruk, maka nilai yang didapat website utamanya bisa saja berkurang. Maka dari itu berhati-hatilah jika akan mencantumkan link atau referensi dari website anda.

Jika anda ingin mencari tahu lebih dalam lagi seputar penggunaan konsep EAT ini, disarankan untuk membaca Google Search Quality Raters Guideline yang tersedia dalam bentuk PDF. Di dalamnya dituliskan banyak informasi penting seputar seluk-beluk teknik dan faktor-faktor yang digunakan Google dalam melakukan penilaian website,

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Open chat
BUTUH BANTUAN ?
Halo , Mau buat website 299.000 ? tanya disini