Masih dari Tim Soulo yang menceritakan betapa pentingnya meriset kata kunci untuk membuat halaman satu google tulisan atau situs yang kamu kelola. Untuk itu, dalam meriset kata kunci google, kita juga perlu memahami kata kunci tersebut agar bisa digunakan dengan baik dan dimanfaatkan secara maksimal.

Yang perlu dipahami saat meriset kata kunci yang sering digunakan di Google adalah pemahaman terhadap parameter kata kunci yang ada dan pengelompokkan list kata kunci yang sudah dikumpulkan.

Memahami parameter kata kunci

Dalam mengeksekusi strategi menganalisa kata kunci google, kamu akan bingung karena terdapat ribuan ide kata kunci dan cukup pusing untuk menentukan kata kunci yang layak dipilih. untuk membantu memilah-milahnya, berikut parameter kata kunci yang bisa kamu pertimbangkan

  1. Search Volume

Parameter ini menunjukkan secara keseluruhan tingkat pencarian terhadap kata kunci yang dimasukkan. Misalnya, seberapa banyak orang di dunia (atau negara tertentu) menggunakan kata kunc ini di Google. Kebanyakan alat peneliti kata kunci menggunakan search volume mereka dari Google AdWords, yang mana menjadi acuan paling utama dalam data semacam ini.

Namun tidak lagi. Beberapa tahun terakhir, Google secara konsisten menarik data-data penting mereka dari para pelaku SEO. Namun kali ini, kita bisa mendapatkannya kembali dengan cara-cara tertentu, yakni clickstream data.

 

  1. Clicks

Kita mulai dengan kata kunci “donald trump age” yang memiliki volume pencarian sebanyak 246.000 kali perbulannya. Dengan hasil sebesar itu, tentu kamu bisa mendapatkan traffic yang besar yang bisa meningkatkan situsmu ke halama pertama Google. Namun ternyata, hasil inilah yang didapatkan:

Ya, google secara instan memberikan jawaban untuk itu. Maka tidak bisa lagi untuk mengharapkan klik yang banyak dari kata kunci ini. banyak hal yang mempengaruhi hasil ini, seperti:

 

  1. Potensi traffic yang besar

Volume pencarian dan klik adalah parameter terbaik untuk memahami popularitas dan traffic dari sebuah kata kunci. Namun, kata kunci tersebut mungkin memiliki banyak sinonim dan pencarian terkait, semuanya dapat ditargetkan dalam satu halaman pada situsmu. Misalkan, kata kunci “i’m sorry flowers” tidak terlihat menjanjikan secara pencarian dan traffic

Hasil peringkat satu seringkali mendapatkan tidak lebih dari 30% dari semua klik. Ini berarti, kamu bisa mendapatkan sekitar 60 pengunjung perbulannya jika kamu bisa menempati peringkat satu pada kata kunci “i’m sorry flowers”.

Maka dari itu, tidak hanya harus mengevaluasi kata kunci berdasarkan volume pencarian lagi, tapi juga lewat hasil ranking tertinggi dan lihat seberapa banyak traffic pencarian yang mereka dapatkan secara total

  1. Tingkat kesulitan kata kunci

Tidak perlu diragukan lagi, cara terbaik untuk mengukur kesulitan sebuah kata kunci adalah menganalisa hasil pencarian secara manual. Setiap perangkat peneliti kata kunci memiliki metodenya masing-masing dalam mengalkulasikan skor tersebut. berikut adalah contoh yang ditawarkan oleh Ahrefs

  1. Cost Per Click

Parameter ini adalah yang paling penting bagi pengiklan. Bagaimanapun, para profesional SEO memperlakukan CPC sebagai indikasi komersialisasi kata kunci. Satu hal peting terkait Cost Per Click adalah, CPC lebih mudah berubah daripada volume pencarian. Jika permintaan pencarian terhadap kata kunci fluktuatif per bulannya, CPC dapat berganti dalam hitungan menit.

Maka dari itu, nilai CPC yang kamu lihat pada perangkat riset kata kunci pihak ketiga hanya sebuah gambar dalam rentang waktu tertentu. Jika menginginkan data yang paling aktual, gunakan AdWords.

Kelompokkan list kata kunci

Sekarang, kamu sudah memiliki ratusan kata kunci yang menjanjikan dan siap untuk diuji. Sekarang, saatnya untuk mengelompokkan list yang sudah kamu buat

 

  1. Kelompokkan berdasarkan “parent topic”

Sekarang, para pelaku SEO menghadapi kesulitan terbaru. Haruskah kita menargetkan banyak topik relevan dengan satu halaman atau membuat halaman-halaman yang berbeda untuk tiap set kata kunci?

Kita tahu bahwa satu halaman dapat diperingkatkan untuk ratusan kata kunci yang relevan. Namun seberapa banyak? Dan bagaimana kamu mengetahui kata kunci mana yang lebih tepat untuk topik yang kamu angkat? Maka dari itu, Ahrefs menggunakan kata kunci yang mempunyai peringkat atas google sebagai target kata kunci mereka.

 

  1. Kelompokkan berdasarkan tujuannya

Tentunya, setiap kata kadang memiliki makna yang berbeda. Misalnya pada kata kunci “roses”, ada beberapa makna yang berbeda, seperti:

Cara terbaik untuk mengetahuinya adalah langsung mencarinya di Google dan lihat apa yang paling pertama muncul di halaman satunya.

Bagaimanapun kamu memetakan keywords yang kamu miliki, tentu bebas bagi dirimu untuk mengembangkan model yang kamu inginkan. Misalkan, Everett Sizemore dari GoInFlow.com menyarankan memetakan kata kunci kepada persona penggunanya.

  1. Kelompokkan berdasarkan nilai bisnis

Pengelompokkan ini tidak berbeda jauh dengan pengelompokkan sebelumnya. Namun kali ini, kamu perlu untuk menggambarkan tujuan apa yang membawa ROI terbaik pada bisnismu. Jika kamu mencari traffic dan brand awareness, kamu harus fokus terhadap kata kunci yang membawa banyak visitor yang tidak perlu dikonversi menjadi pendaftar atau pembeli.

Jika kamu memiliki budget pemasaran tak terbatas, gunakan semua bidang yang bisa dijangkau. Namun kebanyakan pebisnis tidak bisa melakukannya. Jadi, merka harus memilih mana yang penting, mana yang sebenarnya sangat dibutuhkan oleh perusahaan mereka.

 

 

 

Itulah langkah lanjutan untuk lebih memahami kata kunci yang sering keluar di Google dan membuat halaman satu google. Dengan ini, tentunya kamu bisa mengoptimalkan situs klienmu dengan lebih baik lagi. Penting untuk terus mengikuti update tentang SEO ini agar kamu bisa terus berkembang di dunia SEO.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *