bisnis.undercover.co.id Sama halnya dengan membangun bisnis yang memerlukan strategi, demikian pula dengan membangun fondasi pemasaran digital yang kokoh.

Dengan kedatangan era digital, media sosial telah mengubah cara para pelanggan berinteraksi dengan brand yang menjadi preferensinya.

Membangun strategi sosial media dapat diibaratkan dengan membangun rumah.

Apabilla fondasi awal anda dalam membangun konten ataupun pesan tidak dapat menggaransi anda menarik pembeli, maka bangunan strategi media sosial anda tidak akan kokoh.

Membangun fondasi media sosial untuk bisnis dapat dikatakan dapat memberikan kesulitan sendiri apabila pemilik bisnis tidak cakap menguasai ekosistem dari media sosial itu sendiri.

Setiap tahun tren pemasaran sosial selalu berganti arah yang terkadang menyulitkan pemilik bisnis untuk mengarahkan strateginya.

Memahami pemasaran digital di Era Distrupsi Digital

Era distrupsi digital ditandai dengan mulai merebaknya proses-proses digitalisasi dari segala aktivitas kehidupan manusia.

Dimulia dengan era pengenalan yaitu munculnya sosial media sebagai alternatif bertatap muka, era revolusi digital telah merambah banyak industri.

Era distrupsi digital sendiri dapat memberikan dampak negatif dan positif bagi para pelaku bisnis, terutama di kalangan kecil dan menengah.

Salah satu konsep yang harus dipahami oleh para pelaku bisnis di era distrupsi ini adalah era pemasaran 4.0

Pemasaran 4.0 bertumpu pada bagaimana para pemillik bisnis dapat mengefisiensikan kegiatan-kegiatan pemasaran mulai dari menganalisa pelanggan hingga eksekusi tanpa harus melalui tatap muka atau metode konvensional.

Selain fokus pada interaksi organik, era pemasaran 4.0 juga ditandai dengan revolusi dimana teknologi seperti kecerdasan buatan dapat berperan penting.

Era pemasaran 4.0 juga tidak lagi mengedepankan pencitraan semata namun juga harus mampu mendorong penciptaan produk agar benar-benar dapat menyentuh permasalahan konsumen.

Salah satu kanal yang banyak digunakan dalam pemasaran era 4.0 ini adalah media-media sosial yang masih banyak dianggap sebagai alat berinteraksi semata.

Mengacu kepada pemasaran 4.0 ini, media sosial harus dapat menghasilkan interaksi yang bukan saja langsung namun juga dapat membangun koneksi dan kepercayaan kepada pelanggan.

Pentingnya Media Sosial untuk Pemasaran

Untuk membangun media sosial yang kokoh, pemilik bisnis dan strategis media sosial harus mampu menjabarkan peran dari media sosial terhadap pemasaran produk yang ia miliki.

Salah satu peran yang dapat dijalankan oleh media sosial adalah untuk membangun kesadaran pembeli terhadap suatu produk.

Kesadaran pembeli sendiri memang bukan menjadi modal utama untuk menghasilkan deal dengan pembeli.

Namun apabilan kesadaran pembeli telah terbentuk, maka pemilik bisns telah lebih dekat satu langkah untuk dapat mengedukasi pembeli secara optimal.

Pembeli yang telah teredukasi pada akhirnya dapat menjadi menyebarluaskan produk yang telah ia ketahui.

Hal ini sesuai dengan prinsip pemasaran 4.0 dimana calon pembeli tidak hanya diharapkan pasif membeli namun akan turut terlibat dalam proses edukasi kepada masyarakat yang lebih luas lagi.

Setelah membangun kesadaran, peran sosial media kemudian bergeser menjadi komunikator utama dalam menawarkan produk kepada para pelanggan.

Untuk mencapai peran tersebut, para pebisnis harus dapat menyajikan informasi secara akurat dan dapat menjawab permasalahan dari calon pembeli.

Karena berperan sebagai komunikator, sosial media dari pemilik bisnis harus setidaknya harus menunjukkan bahasa yang otentik.

Setelah peran-peran tersebut terpenuhi, media sosial dapat menjadi saluran komunikasi dua arah yang solid antara pebisnis dan calon pelanggan.

Tahapan Membangun Fondasi Media Sosial untuk Berbisnis

Diperlukan disiplin yang baik untuk membangun fondasi media sosial dalam berbisnis untuk bisa memenuhi peran-peran seperti di atas.

Dengan fondasi yang baik, maka sosial media bisa menjadi penentu berhasil atau tidaknya bisnis anda di era distrupsi ini.

Berikut tahapannya

Menemukan Kanal atau Channel yang Tepat

Setiap media sosial dapat merepresentasikan industri yang berbeda-beda karena memiliki segmen yang berbeda pula.

Seperti misalnya sosial media Snapchat dan Facebook yang memiliki fungsi yang berbeda.

Snapchat yang mengandalkan video lebih cocok untuk melakukan promosi sementara Facebook lebih cocok untuk membangun cerita.

Pastikan media sosial yang anda gunakan dapat sesuai dengan preferensi anda dalam membangun brand dan komunikasi dengan pelanggan.

baca juga

Membangun Rencana secara Bertahap

Untuk membuat fondasi media sosial yang kokoh, tentu diperlukan rencana jangka panjang yang matang.

Rencana media sosial untuk jangka panjang ini bisa memuat bagaimana media sosial menjalankan fungsinya dari untuk mengenalkan produk hingga membangun koneksi yang organik dengan calon pembeli atau dengan pembeli.

Adapun muatan yang dapat dimasukkan ke dalam rencana media sosial dapat berupa bentuk postingan hingga pesan yang coba disampaikan.

Disarankan juga untuk membangun rencana cadangan manakala rencana media sosial pertama tidak membuahkan hasil yang maksimal.

Membangun Konsistensi

Konsistensi dalam membangun fondasi media sosial menjadi mutlak perlu karena waktu yang dibutuhkan untuk membangun koneksi dengan pelanggan tidak sedikit.

Upayakan untuk membuat konten sosial media secara rutin dan terjadwal untuk membangun top of mind dari konsumen serta mengarahkan pesan yang diminta.

Mengevaluasi Metrik yang Penting

Proses membangun fondasi media sosial selalu melibatkan perbaikan yang tidak ada habisnya.

Upayakan untuk mencari metrik yang tepat dan dapat menjawab masalah atau kekurangan dari konten media sosial yang muncul.

Metrik yang tepat harus mampu mengkorelasikan antara kuaitas interaksi dengan pelanggan dan dampaknya terhadap penjualan.

baca juga

Membuat Sosial Media Bisnis Bertahan

Setelah fondasi media sosial berhasil dibangun, tugas pebisnis berikutnya adalah membuatnya bertahan lama.

Hal penting yang harus diingat dalam membuat sosial media bisnis bertahan lama adalah bagaimana pebisnis dapat memposisikan strategi media sosialnya agar selalu memenuhi ekspektasi pembeli.

Selain itu anda juga perlu memperbaharui pengetahuan anda tentang algoritma dari media sosial agar konten anda selalu muncul di feed dari calon pembeli.