Antara Franchise dan Start Up: Pilih yang Mana?

Beberapa orang mungkin mengalami kebimbangan sebelum memulai sebuah bisnis.  Apakah bisnis franchise atau start up? Karena sebagai orang yang benar baru dalam dunia bisnis, beberapa hal memang harus dipertimbangkan secara matang. Apalgi soal risiko yang mungkin dihadapi ketika bisnis sudah berjalan.

Entah itu franchise atau start up, semua memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing dalam hal permulaan bisnis. Tapi beberapa alasan berikut mungkin bisa membantu anda membuat keputusan yang tepat: start up atau franchise.

Mengapa Memilih Franchise?

Alasan yang paling kuat  mengapa memilih franchise ketika anda baru terjun dalam dunia bisnis adalah karena franchise merupakan prototipe bisnis yang sudah ada dan sukses. Franchise memiliki brand yang sudah sangat kuat, sehingga kemungkinan gagal cukup kecil. Disisi lain, franchise juga dilengkapi dengan rekam jejak yang terbukti, dukungan teknis ahli, dan lain sebagainya.

Franchise juga bisa dikatakan sebagai jalan yang cepat bagi anda untuk menjadi  seorang miliarder. Bagaimana bisa?

Contoh begini, katakanlah anda menjadi franchisee McDonald’s. Jika anda tahu, McDonald’s digadang-gadang sebagai franchise yang pernah menduduki rangking pertama dalam tingkat global (versi survei franchisedirect.com). Predikat top #1 yang disandang oleh McDonald’s merepresentasikan betapa populernya McDonald’s di mata banyak orang, dan popularitas berarti juga brand yang kuat.

Pertanyaan yang tentu bisa anda jawab adalah potensi apa yang bisa ditangkap oleh seseorang yang menjalankan bisnis dengan brand yang kuat? Jawabannya tentu profitabilitas yang tinggi.

Mengapa Memilih Start Up?

Anda tentu tahu Bill Gates, beberapa kali Bill Gates dinobatkan sebagai orang terkaya di dunia karena kemajuan bisnisnya yang begitu pesat. Dulu, perusahaan Bill Gates juga start-up, bisnisnya maju pesat salah satunya karena kesegaran ide bisnis yang dibawanya. Selain Bill Gates, banyak start up yang juga menjadi raksasa di dunia bisnis karena kesegaran ide yang dibawanya.

Jika anda ingin memulai bisnis dan anda memiliki ide bisnis yang segar juga brillian, akan lebih bagus jika anda memilih start up.

Biaya start up rata-rata sekitar $10.000 (sebenarnya tergantung jenis bisnisnya). Anda bisa memulai bisnis dengan memanfaatkan garasi, ruang bawah tanah, atau bahkan bagasi mobil anda, terserah. Suatu saat, jika bisnis start up anda membesar, anda bisa melebarkan sayap anda ke sistem franchise.

Franchise vs Start up

Reputasi brand pada franchise mungkin sudah tidak diragukan lagi. Apakah brand tersebut disukai? Bagaimana potensi keuntungannya? Bagaimana tingkat keberhasilannya, dan lain-lain semua telah jelas ketika anda ingin menjadi franchisee.

Disisi lain, karena start up benar-benar dimulai dari nol,  maka soal  reputasi brand tentu berbeda. Jika pada franchise statistik kegagalan usaha hanya 15-20% atau  bahkan ada yang hanya 1% saja, maka risiko kegagalan start up berdasarkan statistik lebih besar yakni sekitar 25%-30%.

Untuk sistem franchise, sebenarnya tak sepenuhnya bagus. Tidak semua franchise membebaskan royalti, jadi keuntungan  juga tidak bisa sepenuhnya menjadi milik anda. Kemudian juga, biaya franchise dengan brand yang kuat kebanyakan relatif cukup mahal.

Disamping itu, setiap franchise memiliki aturan-aturan yang ditetapkan oleh pihak franchisor, jadi jika anda mempunyai mimpi besar dan ingin menjadi bos sepenuhnya untuk bisnis anda, maka franchise bukan pilihan yang tepat.

Pada akhirnya, semua pilihan kembali pada anda, apakah franchise atau start up?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like