bisnis.undercover.co.id – Bagi seorang pengusaha, advertising design menjadi salah satu hal yang penting untuk meningkatkan penjualan.

Oleh karenanya, advertising design atau desain iklan harus dibuat dengan baik, menarik dan ‘menjua;’. Bagaimana caranya? Jawabannya ada di dalam artikel ini, mari kita simak!

Perlu diketahui, setiap usaha atau bisnis wajib dipromosikan ke publik. Tujuannya, agar publik tahu bahwa Anda memiliki produk/jasa tertentu. Ya, berkat iklan, publik yang semula tidak tahu menjadi tahu mengenai produk/jasa yang Anda tawarkan.

Lebih lanjut, iklan juga akan menjelaskan kelebihan produk/jasa yang Anda tawarkan serta manfaat yang akan didapatkan konsumen jika menggunakan produk/jasa tersebut. Sehingga, publik akan ‘kepincut’ untuk menggunakannya.

Namun, membuat iklan yang mampu menarik perhatian publik tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Coba amati, berapa banyak orang yang mengabaikan atau men-skip berbagai iklan yang ada di YouTube, Instagram, Facebook dan website. Ini karena iklan yang dipasang tidak mampu menarik perhatian publik.

Nah, agar iklan mampu menarik perhatian maka dibutuhkan desain yang profesional dan menjual. Kali ini kami akan membagikan 6 tips membuat advertising design yang menjual. Mari simak dengan saksama!

1. Buat Advertising Design Sederhana Tapi Menarik

Masih banyak orang yang beranggapan iklan yang menarik dan terlihat profesional adalah yang menerapkan desain yang rumit dan ramai. Padahal, jika desain terlalu ramai, orang yang melihatnya sangat mungkin sulit memahami pesan promosi yang disampaikan.

Oleh karena itu, buatlah desain iklan atau advertising design yang sederhana. Namun, Anda tetap harus memasukkan nilai estetika dan menarik di dalamnya.

Untuk diketahui, menurut penelitian terbaru, masyarakat rata-rata memberikan rentang waktu perhatian pada iklan sekitar 5-10 detik. Nah, desain iklan yang sederhana ini bisa menyampaikan pesan promosi yang terkandung di dalamnya secara cepat dalam rentang waktu tersebut.

Di sisi lain, pembuatan desain iklan yang sederhana juga mudah dilakukan. Anda bahkan bisa membuatnya secara mandiri, tanpa menggunakan jasa desainer profesional.

2. Call to Action yang Menarik

Mungkin Anda sudah tidak asing lagi dengan istilah ‘call to action’. Ya, jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, call to action bermakna ajakan untuk melakukan (sesuatu). Pada kegiatan promosi, call to action sangat dibutuhkan. Dalam hal ini mengajak publik untuk membeli atau menggunakan produk/jasa yang bersangkutan.

Oleh karena itu, dalam pembuatan advertising design wajib menyematkan kalimat call to action yang menarik. Seperti apa contoh kalimat call to action yang menarik?

Seperti kita ketahui bersama, banyak iklan yang menggunakan kalimat “Beli Sekarang” sebagai call to action. Padahal, kalimat seperti itu sudah familiar di telinga banyak orang sehingga kurang menarik.

Sebagai contoh, jika Anda memiliki usaha minuman kekinian berupa es kopi, Anda bisa menggunakan kalimat call to action “Sruput Kopinya, Nikmati Kesegarannya”. Letakkan kalimat call to action itu gambar gelas dalam desain iklan Anda. Menarik bukan!

3. Perhatikan Target Pasar

Pembuatan advertising design yang menjual juga harus mempertimbangkan target pasar. Oleh karena itu, jika Anda belum menentukan target pasar dari bisnis yang Ande geluti maka lakukan itu terlebih dahulu. Bagaimana caranya?

Menentukan target pasar bisa dilakukan dengan cara melihat karakteristik produk/jasa yang Anda tawarkan. Misalnya, Anda memiliki bisnis minuman kekinian. Maka, target pasarnya adalah para muda-mudi atau juga bisa generasi milenial. Misalnya lagi, Anda memiliki bisnis jual rumah dengan rentang harga Rp 200 juta – Rp 300 juta. Maka, target pasarnya adalah pasangan yang baru menikah.

Nah, setelah menentukan target pasar, saatnya Anda membuat desain iklan yang sesuai. Jangan sampai Anda membuat iklan dari bisnis minuman kekinian Anda dengan mengadopsi desain yang formal dan identik denga orang tua. Keliru! Yang benar adalah buatlah desain iklan yang mencerminkan anak muda atau kalangan milenial, sehingga unsur kreatif dan kekinian harus hadir di dalamnya.

4. Gunakan Kata Metafora

Ada satu tips lain yang bisa menjadikan advertising design terlihat menarik dan menjual, yakni dengan menggunakan kata metafora. Seperti diketahui, kata metafora adalah kata yang tidak mengandung makna sebenarnya.

Contohnya, di tengah pandemi Covid-19 ini, Anda mengeluarkan produk sabun atau hand sanitizer yang ampuh 99,99 persen membunuh kuman di tangan. Jika Anda menggunakan kata yang biasa-biasa saja, kalimat “ayo kita rajin cuci tangan dengan sabun X agar terhindar dari kuman dan virus” sudah cukup.

Namun, jika Anda ingin menggunakan kata metafora, maka kalimat itu berbunyi “kuman dan virus senang bermain di tangan yang tidak dicuci” atau “kuman dan virus selalu hinggap di tangan”.

Mari kita bandingkan, mana yang lebih menarik, kata yang menggunakan metafora atau yang tidak? Sudah pasti, kata yang menggunakan metafora lebih menarik. Lebih lanjut, Anda musti membuat desain iklan atau ilustrasi yang sesuai dengan kata metafora yang Anda gunakan.

5. Pemilihan Kombinasi Warna yang Tepat

Sebaiknya, Anda jangan menggunakan satu warna saja saat membuat advertising design. Sebab, pengaplikasian satu warna saja tidak akan menampilkan desain iklan yang menarik dan profesional.

Oleh karenanya, beri sentuhan kombinasi warna yang serasi pada desain iklan Anda. Bagaimana caranya?

Kombinasi warna ini bisa Anda dapatkan dari desain brand bisnis yang Anda adopsi. Jadi, Anda tidak perlu membuat kombinasi warna lainnya yang berbeda dengan desain brand bisnis Anda. Cukup terapkan kombinasi warna desain brand ada desain iklan yang Anda buat. Ini sudah bisa membuatnya menarik dan profesional.

Lebih lanjut, cara tersebut juga bisa membuat brand bisnis Anda mudah dan cepat dikenal oleh para konsumen Anda. Mereka juga bisa dengan mudah membedakan brand bisnis Anda dengan milik kompetitor.

6. Tingkatkan Kreativitas

Tentunya, Anda harus senantiasa kreatif dalam membuat berbagai jenis iklan. Kreativitas tanpa batas, itu-lah prinsip yang harus Anda jalankan demi menarik perhatian calon konsumen melalui pemasangan iklan.

Sebagai tips, desain iklan sebaiknya dilakukan pembaruan secara berkala. Hal ini bertujuan agar publik tidak bosan melihat iklan yang begitu-begitu saja.

Coba amati, iklan berbagai produk di televisi. Secara berkala, iklan yang ditayangkan selalu berganti konsep, kan! Nah, itulah pentingnya pembaruan desain iklan secara berkala.

Selain kreativitas tanpa batas, pembaruan iklan sebaiknya mengikuti lima tips di atas. Hal yang perlu diperbarui bisa berupa desain iklan, kalimat call to action, kata metafora dan pemilihan kombinasi warna. Dengan melakukan ini, dijamin deh publik akan semakin ‘kepincut’ membeli/menggunakan produk/jasa yang Anda tawarkan.

baca juga

Itulah 6 tips membuat advertising design yang menjual. Iklan yang baik adalah iklan yang mampu menarik perhatian calon konsumen sehingga mau membeli/menggunakan produk yang bersangkutan. Dan, iklan yang baik adalah iklan yang menerapkan tips desain yang menjual sebagaimana dipaparkan di atas. Selamat mencoba!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *