Adv-i.com — Selama ini, kita percaya brand besar sudah pasti memiliki berbagai keuntungan dan tidak terkalahkan. Kenyataannya, tidak juga.

Sebuah analisis dari studi dan audit yang baru diluncurkan menunjukkan bahwa bahkan brand-brand terbesar pun punya kelemahan tersembunyi. Riset ini mengambil sampel 50 brand terbesar di dunia, yang kemudian menghasilkan 10 kesimpulan wajib baca bagi semua pelaku kegiatan E-commerce.

Adalah bijak mengetahui kelemahan lawan dan menggunakannya secara strategis untuk meraih keuntungan. Begitu pula dalam bisnis. Tidak peduli Anda adalah seorang pemilik affiliate site ataupun pemilik usaha E-commerce, paparan ini akan sangat membantu Anda di kemudian hari–bahkan segera!

10 Cara Cepat Mengalahkan Brand Besar

Sepuluh cara ini, tidak mengejutkan, sangat berkaitan dengan pengalaman dan kenyamanan para pengguna. Dengan mengedepankan kategori ini, kanal E-commerce Anda akan semakin terkenal di antara para konsumen yang akan menyebarkannya dengan suka rela pada relasi mereka atas pelayanan yang memuaskan. Sepuluh hal itu adalah:

  1. Kecepatan load halaman
  2. Pilihan pembayaran
  3. Notifikasi inventory
  4. Available live chat di sepanjang jam kerja
  5. Bisakah Kustomer membuat wish list?
  6. Apakah tersedia click to call?
  7. Setelan utama untuk fungsi sorting
  8. Pilihan di menu filter yang mudah digunakan
  9. Fitur tanya-jawab
  10. Ikon belanja dan checkout yang bagus

1. Kecepatan Load Halaman

Sebuah artikel yang dipublikasikan oleh Google official menyatakan bahwa telah load atau download satu detik saja, rating konversi bisa turun sampai 20%. Jadi, kecepatan load halaman sangat berpengaruh. Hal ini harus benar-benar diperhatikan.

Page Speed Insight milik Google menentukan tiga skor berbeda dalam hal ini: Buruk, Butuh Peningkatan, dan Bagus.

  1. Skor di bawah 65 termasuk Buruk
  2. Skor di antara 65 – 84 adalah website-website yang Butuh Peningkatan
  3. Website-website yang mencapai skor 85 ke atas termasuk Bagus

Lebih dari 50% website belanja memperoleh skor Buruk

Analisis di antara website dagang dan para kompetitornya mencapai kesimpulan bahwa lebih 50% lebih di antaranya termasuk memiliki skor buruk. Rata-rata skor load untuk perangkat desktop sekitar 58,78. Sedangkan skor rata-rata untuk perangkat mobile lebih payah lagi, yaitu 51.

Maka, Pertaruhkan Keuntungan Anda di Kecepatan

Calon kustomer Anda tidak punya banyak waktu untuk menunggui website yang lambat loading. Ketika prosesnya dirasa terlalu lama, mereka pun akan batal berbelanja–atau lebih parah, beralih ke E-commerce lain! Memfokuskan diri pada kecepatan akan memberikan Anda kesempatan untuk bersaing dengan brand besar.

2. Langsung Tunjukkan Pilihan Pembayaran

Dengan langsung menunjukkan pilihan pembayaran di dekat keranjang shopping, seorang calon kustomer biasanya akan lebih meraa diyakinkan, lantas tergoda, untuk berbelanja. Meskipun mungkin hal ini menjadi pikiran tersendiri bagi brand yang masih baru dan belum banyak dikenal; akankah PayPal menaikkan rating konversi? Dan lain sebagainya.

Namun yang jelas, menunjukkan berbagai pilihan cara pembayaran (PaypPal, Bank Transfer, via Swalayan, dst) di laman sebelum menambahkan produk ke shopping cart dinilai dapat menaikkan kepercayaan dan minat konsumen. Lucunya, 94% lebih website yang diulas dalam riset tidak menunjukkan pilihan pembayaran di luar shopping cart.

Pertaruhan Anda adalah untuk Membangun Kepercayaan
Bidik para konsumen yang kemungkinan tidak begitu nyaman memasukkan informasi kartu kredit mereka ke website E-commerce. Di sinilah para pedagang kecil yang baru memulai, termasuk mungkin Anda, bisa melebarkan sayap. Perhatikan kebutuhan mereka.

3. Alerts Notifikasi Inventory

Alerts atau peringatan notifikasi bisa dipilih sebagai cara untuk menjual produk ketika inventory sedang bermasalah untuk sementara. Mudah sekali menggunakan fitur ini untuk melakukan sebanyak mungkin penjualan dalam waktu tertentu.

Pertaruhan Anda adalah Mengunci Penjualan

Di kancah persaingan yang ketat ini, cara terbaik untuk menang adalah mengenali apa yang para konsumen inginkan dan mengabulkannya. Mumpung, lebih dari 94% pegiat E-commerce rupanya tidak menggunakan alerts dalam notifikasi inventori mereka. Padahal, fasilitas ini bisa membantu mengunci apa yang ingin kustomer beli alih-alih menggiring para kustomer untuk membelinya di tempat lain.

5. Apakah Live Chat bisa diakses pada jam-jam kerja?

Sekitar 60% website E-commerce dengan fitur live chat atau layanan pelangganan malah tidak menyalakannya pada jam-jam traffic tinggi atau jam kerja.

Pertaruhan Anda adalah Komunikasi

Pada jam-jam kerja, justru banyak orang yang mengakses E-commerce. Mungkin untuk pengalih atau hiburan di sela kesibukan. Fitur live chat bisa digunakan sebagai perangkat untuk menaikkan konversi. Live chat di jam-jam traffic tinggi bisa menggiring pada kesempatan untuk menang dari retailer-retailer besar.

5. Bisakah Para Kustomer Membuat Wish List dari Shopping Cart mereka?

34% para pelaku E-commerce tidak memberikan fasilitas bagi para pembeli maupun calon pembeli untuk menyimpan konten dari keranjang belanja (shopping cart) mereka dalam bentuk wish list. Ini menafikan orang-orang yang ingin menyimpan daftar hal yang ingin dibeli nanti ketika mereka sudah memegang uang atau akses.

6. Apakah Tersedia Click to Call?

Click to Call adalah fungsi standar untuk para pengguna aplikasi seluler. Namun, 26% retailer terbaik justru tidak memasukkan fasilitas ini. Padahal, setiap kesempatan harus digunakan untuk menaikkan penjualan. Apalagi yang ini adalah fungsi standar yang sudah sangat dikenali oleh segenap pengguna mobile.

7. Setelan Awal untuk Fungsi Sorting

Ketika masuk ke sebuah kategori di website perbelanjaan, sebaiknya kita sudah menampakkan halaman berisi barang-barang yang paling mungkin menjadi minat para calon pembeli. Anda bisa mengadakan survey kecil-kecilan atau menelisik data traffic yang masuk untuk menentukan, apakah Anda akan menampilkan deretan produk “Dari Harga Rendah ke Tinggi” atau “Paling Banyak Dibeli”.

Referensi awal semacam itu akan membuat pembeli merasa dimudahkan. 58% kompetitor besar Anda tidak menampakkan fitur ini, jadi sebaiknya Anda memulainya untuk membuat para pembeli kerasan.

8. Opsi Filter yang Mudah Digunakan

Jumlah produk yang Anda jual di katalog website Anda sudah pasti ada ratusan, bahkan ribuan. Atau lebih. Wajar jika fitur filtering atau saring pencarian amatlah dibutuhkan oleh para konsumen. Mereka bisa jadi mencari produk tertentu; baju yang warnanya merah saja, misalnya, atau sepatu dari harga termurah hingga ke yang termahal.

Maka, langkah ini sangat signifikan. Buat fitur ini mudah diakses. Lagi pula, filtering juga merupakan lahan conversion feedback. Memiliki rekam seleksi yang populer di antara para konsumer juga akan membantu Anda memahami produk mana yang paling digemari dan membantu Anda untuk mengemasnya dengan lebih matang.

Ambillah kesempatan ini, mengingat 68% website yang sudah diaudit kurang memperhatikan opsi filtering. Ini juga akan membantu Anda dikenal sebagai E-commerce yang menyediakan hal-hal yang brand besar tidak.

9. Fitur Tanya-Jawab

Fungsinya adalah untuk menaikkan pekercayaan konsumen sehingga mereka cukup percaya untuk membeli produk Anda. Fitur ini juga berguna bagi perusahaan untuk mengenali kekhawatiran dan perhatian para konsumen maupun calon konsumen sehingga kita bisa memajang informasi yang tepat di deskripsi produk.

AmazonStore contohnya, meletakkan fitur Q&A di halaman-halaman produk mereka setelah mengetes kevalidan A/Bnya. Melihat kesuksesan Amazon, tampaknya fitur ini memang harus menjadi barang wajib di online store mana pun.

Ajaibnya, lebih dari 68% toko online paling top justru tidak menempatkan fitur ini. Separuh lebih. Jadi, ambil kesempatan Anda segera.

10. Ikon Shopping dan Chekout yang Memadai

Buat para konsumen Anda merasa nyaman melihat-lihat dan berbelanja di website Anda, khususnya saat check out dan memutuskan untuk membayar. Sama halnya dengan toko offline, ya, bayangkan jika Anda harus menunggu di antrean panjang untuk membayar. Tentunya ada keinginan untuk batal berbelanja, bukan?

Idealnya, kegiatan belanja harus selalu terasa mudah dan nyaman. Aturan penting dari langkah untuk mengoptimalkan konversi traffic Anda adalah membuat ikon-ikon atau tombol check out Anda terlihat menonjol dan konsisten. Ikon-ikon dengan warna yang mirip hanya akan menambah kebingungan.

Link-link penting dan tombol yang berhubungan langsung dengan kegiatan membayar harus benar-benar mencolok dan diberi warna yang unik serta mudah diingat, termasuk ikon “Lanjutkan Belanja” dan “Chekout”.

Sayangnya, separuh toko onli paling besar di jagat maya pun tidak melakukan hal ini. Jadikan hal ini pembelajaran. Raih pelanggan Anda sekarang.

Nah, itu tadi 10 langkah agar Anda tidak kalah dengan brand-brand besar. Cukup mudah, bukan? Jangan lupakan kemauan pelanggan dan jadilah raja di E-commerce segera.

Baca juga artikel-artikel kami yang lain untuk menambah wawasan: Alasan Anda Tidak Perlu Panik Gara-Gara Unofficial Google Updates